Tigabelas

Tigabelas, banyak yang mengatakan ini angka sial Tidak terhitung banyaknya tangga yang kubuat untuk ke atas. Tapi, pondasi yang besoknya rusak dengan rapi di tempat aku memulai lebih banyak lagi. Kenapa? Tiap kali kukirim pertanyaan tentang hal itu, angin…

Continue reading

Waktunya Masuk

Sejak paham dengan arti kata “wartawan”, aku menetapkan itu sebagai salah satu cita-cita. Menulis adalah duniaku. Bayangkan, apalagi yang lebih menyenangkan daripada sibuk berproduktif di dunia sendiri. Saat SMP tidak ada ekstrakurikuler terkait dengan tulis menulis, untungnya di SMA…

Continue reading

Sepuluh Lewat Sepuluh

Hari itu layaknya biasa, langit berwarna biru, angin membelai lembut, tidak ada tanda-tanda aneh kali ini, bahkan semuanya terlihat lebih damai dari biasanya. Hari itu terasa begitu nyata, otakku mencerna semua yang disana saat itu adalah fakta. “Aku pindah,”…

Continue reading

Tujuh

Tujuh, tiga angka sebelum sepuluh Sedikit demi sedikit yang berawal dari sesuatu yang tidak sulit akhirnya menjadi harap penawar rasa sakit. Aku sudah tau apa yang akan terjadi di depan, tidak ada apa-apa yang kulihat di ujung sana, hanya…

Continue reading

Tuhan Mengabulkan Semuanya

Harus tetap bertahan di perantauan ketika yang lain bisa kembali menginjakkan kaki di kampung halaman masing-masing tentu tidak nyaman. Apalagi ditambah kali ini benar-benar hanya tersisa kurang dari 100 mahasiswa ketika biasanya ada ribuan. Waktu pemilihan jurusan SNMPTN dulu,…

Continue reading