Ada masa ketika hal yang terlihat sederhana justru menjadi sesuatu yang sangat dinantikan. Bagiku, salah satunya adalah jalan-jalan bersama istri dan anak. Sebagai seorang penyintas Long Distance Married (LDM), kebersamaan menjadi sesuatu yang mewah. Ada jarak yang harus ditempuh, jadwal yang harus disesuaikan, dan pekerjaan yang kadang membuat rencana bertemu tidak semudah mengatakan, “Besok kita jalan, yuk.”

Sayang banget kalau saat bisa bersama malah ada masalah yang mungkin sepele bagi orang lain, yaitu masalah mata.

Mata Butuh Istirahat

Pekerjaan sehari-hariku cukup dekat dengan layar. Laptop digunakan untuk bekerja dan ponsel pun digunakan untuk hal  serupa. Tidak terhitung lamanya menatap layar dalam sehari. Kebiasaan itu terbawa sampai di luar pekerjaan termasuk ketika bersama keluarga.

Sebelum jalan-jalan, perhatianku masih tertuju pada ponsel. Ada pesan yang perlu dibaca, informasi yang harus dicek, sekaligus membuka peta dan mencari beberapa informasi melalui layar. Awalnya tidak ada sesuatu yang mengganggu.

Namun, setelah beberapa waktu, mata mulai terasa lelah. Rasanya ingin lebih sering memejamkan mata dan mengalihkan pandangan dari layar. Pada saat seperti itulah aku menyadari bahwa rasa tidak nyaman pada mata dapat memengaruhi kualitas momen.

Penggunaan komputer dan perangkat digital dalam waktu lama merupakan salah satu penyebab umum eyestrain atau kelelahan mata. Ketika menatap komputer, seseorang cenderung lebih jarang berkedip, padahal berkedip membantu menjaga kelembapan permukaan mata.

Kita sering sangat memperhatikan baterai ponsel sebelum bepergian. Ketika baterainya tinggal sedikit, kita segera mencari charger atau power bank. Tetapi saat mata mulai terasa tidak nyaman setelah terus digunakan sejak pagi, kita justru sering berkata dalam hati, “Nanti juga hilang sendiri.” Padahal mata juga membutuhkan perhatian.

Sibuk dengan Layar Menghilangkan Momen di Depan Mata

Ketika akhirnya memiliki kesempatan berkumpul dengan keluarga setelah menjalani LDM, aku tentu ingin benar-benar hadir dalam momen tersebut. Bukan hanya hadir secara fisik sambil sesekali tetap menunduk melihat layar.

Mata yang sudah lelah membuat aku semakin sadar bahwa penggunaan perangkat digital perlu dikendalikan. Aku tidak ingin waktu yang seharusnya digunakan untuk menikmati kebersamaan justru terganggu karena terlalu lama menatap ponsel.

Aku mulai lebih sering menyimpan ponsel ketika memang tidak diperlukan. Ketika anak sedang asyik dengan sesuatu, aku berusaha melihat dan menikmatinya secara langsung. Ketika berbicara dengan istri, perhatian tidak perlu terbagi dengan layar. Dokumentasi tentu tetap penting, tetapi setelah mengambil beberapa foto, ponsel bisa kembali masuk ke saku.

Ternyata kebiasaan sederhana tersebut bukan hanya membuat mata memiliki kesempatan untuk beristirahat, tetapi juga membuat aku lebih menikmati waktu bersama keluarga.

Dari situ aku semakin memahami bahwa Gejala Mata Kering maupun mata lelah jangan selalu dianggap sebagai gangguan kecil yang boleh diabaikan.

Konsep Mata SEpet, PErih, LElah atau SePeLe justru mudah mengingatkan aku bahwa berbagai rasa tidak nyaman pada mata dapat muncul di tengah aktivitas sehari-hari. Jadi #MataSePeLeJanganSepelein!

Kebiasaan Sederhana Menjaga Kenyamanan Mata

Sejak menyadarinya, ada beberapa kebiasaan yang menurutku cukup penting diterapkan, terutama bagi kita yang hampir setiap hari bekerja menggunakan laptop dan ponsel.

Jeda untuk Mata

Tidak semua waktu kosong harus diisi dengan melihat ponsel. Setelah bekerja cukup lama di depan komputer, kita bisa mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh atau memejamkan mata sejenak.

Jeda mata penting ketika melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi visual dalam waktu lama. Berkedip beberapa kali secara sadar juga dapat membantu menyebarkan air mata secara lebih merata di permukaan mata.

Jangan Lupa Berkedip

Kedengarannya mungkin aneh karena berkedip merupakan aktivitas otomatis. Namun, ketika terlalu fokus melihat layar, frekuensi berkedip dapat berkurang. Karena itu aku mulai mencoba lebih sadar memberikan waktu bagi mata, terutama ketika sudah merasa terlalu lama menatap layar.

Atur Penggunaan Ponsel

Ini bukan semata-mata soal kesehatan mata. Ada manfaat lain yang menurutku jauh lebih penting, yaitu kehadiran nyata bersama orang-orang di depan kita.

Perhatikan Lingkungan

Paparan udara kering atau hembusan AC secara langsung  dapat berhubungan dengan rasa tidak nyaman pada mata.

Tadi beberapa kebiasaan sederhana yang penting untuk menjaga kesehatan mata. Jika keluhan pada mata berlangsung lama, terasa sakit, mengalami perubahan penglihatan, atau semakin mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke tenaga kesehatan tetap menjadi pilihan yang tepat.

Peduli Mata dengan Insto Dry Eyes

Perhatianku untuk #BebasMataKering membawaku mengenal INSTO DRY EYES. Insto adalah salah satu tetes mata untuk membantu mengatasi gejala mata kering. Kenapa #InstoDryEyes?

Insto Dry Eyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata serta membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata.

Insto Dry Eyes dapat digunakan ketika mengalami rasa tidak nyaman pada mata. Keberadaan tetes mata seperti ini menjadi salah satu bagian dari upaya mengatasi gejala mata kering, tetapi bukan berarti kebiasaan yang menjadi pemicunya boleh diabaikan.

Tetap ada hal-hal sederhana yang harus dilakukan, seperti memberikan waktu istirahat pada mata, mengurangi penggunaan layar yang tidak diperlukan, lebih sering berkedip, dan tidak memaksakan diri terus menatap perangkat ketika mata sudah terasa lelah.

Momen besar dalam hidup membutuhkan tubuh yang nyaman, termasuk mata. Jangan sampai momen itu terganggu karena terlalu lama menatap layar sampai mata terasa lelah. Sekarang, ketika mata mulai memberikan tanda tidak nyaman, aku berusaha tidak lagi langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele.

Mata yang SEpet, PErih, atau LElah mungkin terdengar SePeLe, tetapi kenyamanannya ikut menentukan bagaimana kita menikmati pekerjaan, perjalanan, dan terutama momen bersama orang-orang yang kita sayangi.

Jadi, selain membawa ponsel, charger, dan berbagai perlengkapan ketika bepergian, jangan lupa membawa satu hal lagi, yaitu kesadaran untuk menjaga kesehatan mata. Sebab pada akhirnya, jangan sampai terlalu sibuk melihat dunia melalui layar sampai lupa menikmati momen berharga yang sedang terjadi tepat di depan mata.